- Audio
1.Format CD
Ekstensi: .cda
File dengan ekstensi .cda merupakan representasi dari track CD-Audio. File dengan format .cda dapat langsung dijalankan dengan melalui CD-ROM, sementara file-nya sendiri tidak mempunyai informasi kode modulasi apapun sehingga jika dikopi ke harddisk, file tersebut menjadi tidak dapat di-play. Pada November 1984, dua tahun setelah CD diproduksi secara massal, Sony mengeluarkan Discman sebagai media pemutar portabel. Agar dapat mengambil/mengopi file audio dari CD-Audio, dibutuhkan software khusus atau ripping untuk mengubah dari format .cda menjadi format lain yang dapat disimpan di komputer.
2.Format Advanced Audio Coding (AAC)
Ekstensi nama file: .m4a, .m4b, .m4p, .m4v, .m4r, .3gp, .mp4, .aac
AAC merupakan format audio menggunakan lossy compression (data hasil kompresi tidak bisa dikembalikan lagi ke data sebelum dikompres secara sempurna, karena ada data yang hilang).
Cara kerja dari AAC:
1. Bagian-bagian sinyal yang tidak relevan dibuang.
2. Menghilangkan bagian-bagian sinyal yang redundan.
3. Dilakukan proses MDCT (Modified Discret Cosine Transform) berdasarkan tingkat kompleksitas sinyal.
4. Adanya penambahan Internal Error Correction.
5. Kemudian, sinyal disimpan atau dipancarkan.
Kepopuleran format ini dikarenakan audio codec-nya yang menyempurnakan MP3, seperti pada jangkauan sample rate yang lebih banyak (8 Hz-96 kHz), memiliki 48 channel, dan suara yang lebih bagus untuk bit yang lebih rendah (dibawah 16 Hz).
3.Waveform Audio (WAV)
Ekstensi: .wav atau .wv
WAV merupakan format file audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM sebagai standar untuk menyimpan file audio pada PC, dengan menggunakan coding PCM (Pulse Code Modulation). Tidak seperti AAV, file WAV adalah file audio yang tidak terkompres sehingga seluruh sampel audio disimpan semuanya di media penyimpanan dalam bentuk digital. Karena ukurannya yang besar, file WAV jarang digunakan sebagai file audio di Internet.
4.MPEG Audio Layer 3 (MP3)
Ekstensi: .mp3
Pada awalnya, format MP3 ini dikembangkan oleh seorang Jerman bernama Karlheinz Brandenburg, memakai pengodean Pulse Code Modulation (PCM). Prinsip yang dipergunakan oleh MP3 adalah mengurangi jumlah bit yang diperlukan dengan menggunakan model psychoacoustic untuk menghilangkan komponen-komponen suara yang tidak terdengar oleh manusia – sehingga dapat digolongkan file audio dengan kompresi lossy.
Pada tahun 1991, file MP3 distandardisasi, dan tahun 1994 hingga akhir tahun 2000, popularitas dari MP3 semakin meningkat dengan semakin mudahnya akses Internet.
Munculnya software untuk menjalankan file MP3 seperti Winamp di tahun 1997 yang dikembangkan
oleh Nullsoft, dan player console untuk Linux, mp123 , juga membuat file MP3 semakin digemari.
1.Format CD
Ekstensi: .cda
File dengan ekstensi .cda merupakan representasi dari track CD-Audio. File dengan format .cda dapat langsung dijalankan dengan melalui CD-ROM, sementara file-nya sendiri tidak mempunyai informasi kode modulasi apapun sehingga jika dikopi ke harddisk, file tersebut menjadi tidak dapat di-play. Pada November 1984, dua tahun setelah CD diproduksi secara massal, Sony mengeluarkan Discman sebagai media pemutar portabel. Agar dapat mengambil/mengopi file audio dari CD-Audio, dibutuhkan software khusus atau ripping untuk mengubah dari format .cda menjadi format lain yang dapat disimpan di komputer.
2.Format Advanced Audio Coding (AAC)
Ekstensi nama file: .m4a, .m4b, .m4p, .m4v, .m4r, .3gp, .mp4, .aac
AAC merupakan format audio menggunakan lossy compression (data hasil kompresi tidak bisa dikembalikan lagi ke data sebelum dikompres secara sempurna, karena ada data yang hilang).
Cara kerja dari AAC:
1. Bagian-bagian sinyal yang tidak relevan dibuang.
2. Menghilangkan bagian-bagian sinyal yang redundan.
3. Dilakukan proses MDCT (Modified Discret Cosine Transform) berdasarkan tingkat kompleksitas sinyal.
4. Adanya penambahan Internal Error Correction.
5. Kemudian, sinyal disimpan atau dipancarkan.
Kepopuleran format ini dikarenakan audio codec-nya yang menyempurnakan MP3, seperti pada jangkauan sample rate yang lebih banyak (8 Hz-96 kHz), memiliki 48 channel, dan suara yang lebih bagus untuk bit yang lebih rendah (dibawah 16 Hz).
3.Waveform Audio (WAV)
Ekstensi: .wav atau .wv
WAV merupakan format file audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM sebagai standar untuk menyimpan file audio pada PC, dengan menggunakan coding PCM (Pulse Code Modulation). Tidak seperti AAV, file WAV adalah file audio yang tidak terkompres sehingga seluruh sampel audio disimpan semuanya di media penyimpanan dalam bentuk digital. Karena ukurannya yang besar, file WAV jarang digunakan sebagai file audio di Internet.
4.MPEG Audio Layer 3 (MP3)
Ekstensi: .mp3
Pada awalnya, format MP3 ini dikembangkan oleh seorang Jerman bernama Karlheinz Brandenburg, memakai pengodean Pulse Code Modulation (PCM). Prinsip yang dipergunakan oleh MP3 adalah mengurangi jumlah bit yang diperlukan dengan menggunakan model psychoacoustic untuk menghilangkan komponen-komponen suara yang tidak terdengar oleh manusia – sehingga dapat digolongkan file audio dengan kompresi lossy.
Pada tahun 1991, file MP3 distandardisasi, dan tahun 1994 hingga akhir tahun 2000, popularitas dari MP3 semakin meningkat dengan semakin mudahnya akses Internet.
Munculnya software untuk menjalankan file MP3 seperti Winamp di tahun 1997 yang dikembangkan
oleh Nullsoft, dan player console untuk Linux, mp123 , juga membuat file MP3 semakin digemari.
5.AMR adalah audio terutama diterapkan pada perangkat mobile.
Dengan tingkat kompresi relatif tinggi, itu membuat efek yang baik dalam
panggilan suara. Ringtone format AMR adalah salah satu format file yang
universal yang diadopsi oleh MMS ,yang tak hanya dapat digunakan untuk membuat
file musik, tetapi juga menghasilkan beberapa karya audio seperti suara lucu,
suara-suara binatang, dll. Selain itu, AMR dinyatakan sebagai suara standar
yang paling banyak digunakan sistem komunikasi selular oleh Komite
Standardisasi Telekomunikasi Eropa. AMR juga telah dipilih sebagai standar
broadband codec speach dari 3GWCDMA dan GSM oleh 3GPP (3rd
Generation Partnership Project)
- Audio+Video
1.AVI
Audio Video
Interleaved adalah format standar file video untuk Microsoft Windows, yang juga
format video “tertua” karena diperkenalkan sejak Windows 3.1. Perangkat dan
video-editing software generasi awal seperti Fast’s AV Master dan
Miro/Pinnacle’s DC10 juga menggunakan format ini.
Format video ini
mampu menghasilkan pergerakan 15 frame per detik, dalam resolusi maksimal
160x120 dengan kualitas suara mencapai 11,025Hz.
Hampir semua
kamera video, khususnya yang analog, menghasilkan format file berekstensi .avi
saat ditransfer ke PC. Format video yang punya segudang aplikasi player ini
punya masalah dengan ukuran file-nya yang besar. Namun tidak menutup
kemungkinan format ini untuk dikompresi.
2.MPEG
Moving Picture
Experts Group (.mpg atau .mpeg) dibangun sebagai standar untuk hasil kompresi
file digital video-audio. Format ini menghasilkan kualitas gambar yang tinggi,
tapi tidak membutuhkan kapasitas file besar.
Kompresi MPEG
yang cukup tinggi menghilangkan sejumlah frame perpindahan. Karenanya, kadang
transisinya tidak enak dipandang.
Format MPEG ini
punya beragam standar, namun yang utama ada tiga: MPEG-1, MPEG-2 and MPEG-4.
MPEG-1 hanya mampu menghasilkan kualitas video dengan kualitas di bawah video
VCR, beresolusi 352x240, 30 frames per detik.
Untuk MPEG-2,
resolusinya mencapai 720x480 hingga 1280x720 dan berkecepatan 60 frames per
detik, plus audio yang berkualitas. Dengan MPEG-2, durasi dua jam video bisa
ditampung dengan beberapa Gigabytes saja.
Sedangkan format
MPEG-4, dengan kapasitasnya yang kecil, menunjang transmisi via jaringan
ber-bandwith kecil. Umumnya, kamera video yang digital sudah bisa menghasilkan
output berupa MPEG.
3.flv: video Flash, ini
digunakan untuk sebagian besar situs-situs video streaming (youtube, youku).
Ini beban lebih cepat karena ukurannya yang kecil. Pemain didukung: VLC,
Quicktime. tidak didukung oleh windows media player, real player. Ukuran film
2hr: sekitar 200MB.
4.MP4: resolusi tinggi
dan besar kualitas video. Tetapi sangat besar dalam ukuran. Pemain didukung: VLC,
windows media player, real player. 2hr size: 900MB
5.3GP: format umum yang
paling untuk mobile. semua ponsel mendukung format ini. Memiliki resolusi yang
sangat rendah. kualitas sangat miskin jika dilihat pada komputer. Memiliki
suara sangat miskin. Manfaat satunya adalah bahwa ia memiliki ukuran yang
sangat kurang. baik untuk melihat seluler hanya. Pemain didukung: Quicktime. 2
jam film: 60-70MB.
- Gambar
1.JPEG (Joint Photographic Expert Group) atau JPG. Format ini
didesain untuk gambar-gambar dengan keadalaman warna 24-bit. Merupakan file
standar dan paling populer di internet dan media cetak.
2.GIF (Graphics Interchange Format). GIF terbatas dalam 256 warna
saja, tapi salah satu warnanya bisa dibikin ‘transparan’. Sehingga kita bisa
meletakkan gambar dengan warna latar yang berbeda-beda. Selain itu dapat
dipakai sebagai animasi.
Sekitar Agustus
tahun 1999, terjadi diskusi panjang tentang penggunaan format GIF di dunia
intenet. Betapa tidak? Unisys sebagai pemegang hak paten metode kompresi GIF
(LZW Compression) mendadak mengumumkan penarikan biaya sebesar $5000 bagi
setiap pemilik dandeveloper situs yang memanfaatkan format gambar GIF. Padahal
format GIF sudah telanjur mendunia.
3.PNG (Portable Network Graphics). Sebuah konsorsium yang terdiri
dari berbagai perusahaan digital mengembangkan sebuah format baru yang disebut
PNG. Merupakan jalan alternatif pengganti GIF dengan mencontoh metode kompresi
gambar LZW. Dan Alhamdulillah! Sekarang ini semua browser internet sudah
mendukungnya. Format ini memiliki keistimewaan untuk menyimpan bermacam-macam
kedalaman warna. Format baru ini tidak mengikis 'informasi' warna dalam gambar
seperti yang dilakukan JPG. PNG juga membolehkan 'transparan'. Pilihan yang
umum dalam mengekspor gambar dalam format PNG adalah PNG-8 dan PNG-24.
Maksudnya kira-kira mirip dengan pilihan kita ketika mengekspor dalam GIF
terdapat pilihan kedalaman 3 (yang artinya 8 warna), 4 (16 warna) atau 8 (256
warna).
4.TIF
(Tagged Image Format File)
Format file ini mampu menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. Format file ini jugadapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Machintosh, dan SiliconGraphic). Format file ini merupakan salah satu format yang dipilih dan sangat disukai oleh para pengguna komputer grafis terutama yang berorientasi pada publikasi (cetak). Hampir semua program yang mampu membaca format file bitmap juga mampu membaca format file TIF.
5. RAW
Format file ini merupakan format file yang fleksibel untuk pertukaran dokumen antar aplikasidan platform. Format file ini mampu menyimpan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale dengan 1 alpha channel serta mode warna Multichannel, Lab Color dan Duotone tanpa alpha channel.
Format file ini mampu menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. Format file ini jugadapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Machintosh, dan SiliconGraphic). Format file ini merupakan salah satu format yang dipilih dan sangat disukai oleh para pengguna komputer grafis terutama yang berorientasi pada publikasi (cetak). Hampir semua program yang mampu membaca format file bitmap juga mampu membaca format file TIF.
5. RAW
Format file ini merupakan format file yang fleksibel untuk pertukaran dokumen antar aplikasidan platform. Format file ini mampu menyimpan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale dengan 1 alpha channel serta mode warna Multichannel, Lab Color dan Duotone tanpa alpha channel.
- LAINNYA
VCF(Virtual Card Format)
Format file standar
untuk menyimpan informasi kontak
untuk orang atau bisnis, biasanya
meliputi nama, alamat, nomor telepon, e-mail, dan informasi kontak lainnya,
juga mendukung bidang adat,
gambar, dan jenis media lainnya.
File VCF sering digunakan untuk mengimpor dan mengekspor kontak dari buku alamat. Mereka dapat disertakan pada pesan e-mail, yang menyediakan penerima dengan cara mudah untuk mengimpor informasi kontak pengirim.
Windows Vista pengguna dapat membuka vCards menggunakan program Windows disertakan Kontak. Mac OS X pengguna dapat membuka vCards dengan aplikasi termasuk Buku Alamat. IPod dan iPhone pengguna dapat memuat vCards langsung ke dalam aplikasi Kontak perangkat
File VCF sering digunakan untuk mengimpor dan mengekspor kontak dari buku alamat. Mereka dapat disertakan pada pesan e-mail, yang menyediakan penerima dengan cara mudah untuk mengimpor informasi kontak pengirim.
Windows Vista pengguna dapat membuka vCards menggunakan program Windows disertakan Kontak. Mac OS X pengguna dapat membuka vCards dengan aplikasi termasuk Buku Alamat. IPod dan iPhone pengguna dapat memuat vCards langsung ke dalam aplikasi Kontak perangkat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar